venus’s posterous

sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane 
« Back to blog

Life's a bitch

17.48.
 
Selasa, adalah hari les musik buat precil2, dan saya bertugas mengantar mereka, menunggu dari jam 5 sampai mereka selesai jam 7 malam.
 
Biasanya, begitu si mas Kemal turun dan masuk kelas, saya dan adiknya langsung ke solaria, nyari tempat duduk dan sesuatu buat dimakan sambil nunggu jam 18.30, saat kelas piano si adik dimulai. Sore ini, karena si precil kecil ketiduran dan saya gak tega bangunin, jadilah saya gak turun, diem aja di mobil sambil dengerin musik.
 
Dan perempuan ini lewat. Bertelanjang kaki, menggandeng anaknya yang barangkali baru berumur 2 atau 3 taun yang juga bertelanjang kaki, membukai tong2 sampah, memungut apa saja yang bisa diambil dan (mungkin) dijual kembali. Setelah beberapa meter, entah sudah berapa jauh mereka berdua berjalan tadi, si anak merengek dan perempuan itu menggendong anaknya dengan kain lusuh.
 
Saya terkesima, seperti terhipnotis mata saya mengikuti ke arah mana mereka pergi. Saya menangis. Dari kabin mobil yang dingin dan nyaman, saya menangis dan memotret mereka dengan kamera handphone, seadanya, sekenanya. Bahkan jendela mobilpun hanya separuh terbuka.
 
Sekali lagi, sore ini saya menyumpahi hidup yang sungguh rasanya tak adil buat mereka.
 
*postingan ngasal tanpa diedit*
 
 
Sent from my beautiful BlackBerry® wireless device

Loading mentions Retweet

Comments (17)

Dec 16, 2008
ansella said...
hidup memang butuh perjuangan jeng
Dec 16, 2008
venus said...
Yeah but still, nyesek liat yg begini :(
Dec 16, 2008
heri said...
sering bertemu orang2 seperti itu, tapi sejauh ini ndak bs berbuat apa2, sedih
Dec 16, 2008
venus said...
Iya, cuma bisa sedih :(
Dec 16, 2008
galih said...
alhamdulillah kehidupanku tidak seperti itu.. dimasa kecil.. jadi ingat nggembel,ngloper gara2 ingin bebas dari orang tuwa :D.. yah,maka dari itu kebanyakan orang cerdas berasal dari keluarga kurang mampu, apa karena yang mampu kurang bersyukur ya. haha. Back to topic, untuk itu bapakq menganjurkan kalau ada rejeki berlebih,zakatlah :). ya toh Bu..
Dec 16, 2008
Gage Batubara said...
suka gw! sekarang jadi reporter jalanan (rock)
Dec 16, 2008
nico wijaya said...
mesakke yo mbok?..
Dec 16, 2008
venus said...
Mesakke banget :(
Dec 16, 2008
hedi said...
jika ibu itu bisa berjuang dalam kondisi sulit, semoga kita ga bermanja2 dalam kondisi enak
Dec 16, 2008
galeshka said...
kasihan tapi ada sedikit kebanggaan bahwa si ibu tidak memilih menjadi pengemis (jadi pengemis sekarang bisa kaya juga kan). meski hanya kebanggaan yang semu dan bodoh dan tidak lagi merupakan sesuatu yang dihargai pada masa sekarang.
ps. postingan ngasal ? it's your words that give meaning to the picture, and it's a deep one ...
Dec 16, 2008
venus said...
Aku sedih dan marah, karena gak bisa ngapa2in dan nolongin mereka :(
Dec 16, 2008
venus said...
@hedi: tapi harusnya gak kyk gini ya hed? Sedih aja ngeliatnya..
Dec 16, 2008
Putra Nasution said...
Sebuah senyuman untuk mereka adalah salah satu pengobat, sebagai penanda kepada mereka bahwa kita dan mereka tidak jauh berbeda. Tidak ada yang namanya kasta.

Terkadang, aku suka menghampiri dan mengajak mereka ngobrol, apapun, bahkan tentang dunia, dan mendapat banyak filosofi kehidupan..
sisanya? cuma air mata yang bicara :)

Thanks for reminding me, mbok..

Dec 16, 2008
venus said...
Sedihnya, put, bahkan nyamperin dan ngajak ngobrol aja aku ga berani. Takut nangis duluan :(
Dec 17, 2008
Dave Lawrence said...
Whoa, you must be cewek Indonesia, tapi saya sudah tidak bisa mengerti :-(
Dec 18, 2008
Putra Nasution said...
Iya mbok, aku juga sesekali kalau sedang "kuat" aja. Biasanya aku samperin kalo liat suasananya sedang mendukung.. :)
Dec 18, 2008
^Ray21^ said...
he eh...

tp mo gmn lagi...?
emang pasti ada yang harus menjalankan "peran" itu...
itu tinggal kita-nya lagi
ada niad peduli ga buat mereka ~_~

Leave a comment...

 
Got an account with one of these? Login here, or just enter your comment below.
Posterous-login    Connect    twitter